UnTitled —



Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi dalam kepengurusan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) PMII Cendekia Bojonegoro periode 2015-2016. Mulai dari sang ketua yang tidak mau sesekali menampilkan sebaris senyum untuk bawahannya, yang berimbas kepada anak buah yang bergantung pada titah sang ketua, jika sang ketua tidak mau hadir dalam sebuah acara rapat maka, para pion-pion yang ada di bawah pun akan berkata “ketuanya saja tidak hadir kok” atau “males ah, ketuanya saja juga males kok”.
          Padahal pada masa sekarang ini PMII Cendekia sedang mengalami masa terhimpit ditengah padang peperangan setelah beberapa waktu yang lalu ada “kucing” yang tiba-tiba berubah menjadi singa dan memakan anak-anak majikannya sendiri.
          “... Sekarang ini, PMII STIE seperti layang-layang tanpa benang, bidak catur tanpa raja. Apa yang terjadi dengan PMII mendatang adalah apa yang akan dilakukan oleh para pion-pion saat ini. Jika bidak caturmu tanpa raja, maka teruslah bertarung bukan demi rajamu, tapi demi tanah airmu.” ——

Kosong



Aku kesepian, ya aku kesepian. Walaupun aku selau berjalan ditengah-tengah kerumunan dengan semua kaki yang selalu berusaha membawaku pada sisi keramaian, semua tangan yang selalu menggapai tangan-tangan yang lain untuk membuatku merasa tak kesepian. Tapi apa yang terjadi padaku? Aku begitu merasa sepi saat ini, kemarin, dan beberapa hari yang lalu. Aku merasa ada suatu tempat di dalam diriku yang begitu membutuhkan suatu keramaian. Aku kesepian.

Ruang Rindu

 
          Sebait lagu yang bisaa membuat hati saya tenang, juga merasa bahwa saya masih merindukan dirinya yang sudah jauh disana. Sebait yang selalu membuat hati saya merinding ketika menyanyikannya. Kangen. Kata sederhana yang bisa membuat semua orang merasa bahwa cinta masih bersamanya.
Seperti yang saya rasakan saat ini, saat tulisan ini saya tulis atas dasar kangen yang sedang melanda hati dan pikiran saya. Kangen kepada seseorang yang pernah mengajarkan betapa berartinya cinta bagi saya. Dalam setiap detik waktu yang saya rasakan penuh dengan kekuatan cinta yang ia berikan. Semua saya rindukan saat ini.
Rindu saat ini sudah beda dengan rindu beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat saya masih menggeluti dunia sekolah bersama sang pujaan hati. Rindu yang sekarang ini adalah rindu yang terlarang jika dihukumkan dengan berbagai logika dicampur dengan beberapa dasar hukum yang ada. Karena yang saya rindukan saat ini adalah seorang yang sudah mempunyai suami. Jika dulu sangatlah wajar dan indah, namun saat ini adalah terlarang.
Tapi apa yang bisa dikata hati, sudah terlanjur rindu karena sudah beberapa bulan saya tidak mendengar suaranya, tawanya, atau melihat senyumnya. Semua saya rindukan saat ini. Sangat rindu sekali. Dan bisa suatu saat nanti bisa bertemu dengannya lagi, walaupun sekedar memandang dari jauh saja. Itu lebih dari sebuah cukup bagi saya.
Bahkan jika dipertemukan dalam Ruang Rindu pun saya tidak akan menolak, sangat tidak menolak. Karena Ruang Rindu jug sudah termasuk dalam ketegori taman ciptaan Tuhan bagi mereka yang sedang memendam rindu pada pujaan hati mereka. Karena hanya di Ruang Rindu kita akan merasa sangat nyaman dengan kehadiran seorang yang kita sayang walau senatas Rindu.

Mata terpejam dan hati menggumam
Di Ruang Rindu kita bertemu