Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Ruang Rindu

 
          Sebait lagu yang bisaa membuat hati saya tenang, juga merasa bahwa saya masih merindukan dirinya yang sudah jauh disana. Sebait yang selalu membuat hati saya merinding ketika menyanyikannya. Kangen. Kata sederhana yang bisa membuat semua orang merasa bahwa cinta masih bersamanya.
Seperti yang saya rasakan saat ini, saat tulisan ini saya tulis atas dasar kangen yang sedang melanda hati dan pikiran saya. Kangen kepada seseorang yang pernah mengajarkan betapa berartinya cinta bagi saya. Dalam setiap detik waktu yang saya rasakan penuh dengan kekuatan cinta yang ia berikan. Semua saya rindukan saat ini.
Rindu saat ini sudah beda dengan rindu beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat saya masih menggeluti dunia sekolah bersama sang pujaan hati. Rindu yang sekarang ini adalah rindu yang terlarang jika dihukumkan dengan berbagai logika dicampur dengan beberapa dasar hukum yang ada. Karena yang saya rindukan saat ini adalah seorang yang sudah mempunyai suami. Jika dulu sangatlah wajar dan indah, namun saat ini adalah terlarang.
Tapi apa yang bisa dikata hati, sudah terlanjur rindu karena sudah beberapa bulan saya tidak mendengar suaranya, tawanya, atau melihat senyumnya. Semua saya rindukan saat ini. Sangat rindu sekali. Dan bisa suatu saat nanti bisa bertemu dengannya lagi, walaupun sekedar memandang dari jauh saja. Itu lebih dari sebuah cukup bagi saya.
Bahkan jika dipertemukan dalam Ruang Rindu pun saya tidak akan menolak, sangat tidak menolak. Karena Ruang Rindu jug sudah termasuk dalam ketegori taman ciptaan Tuhan bagi mereka yang sedang memendam rindu pada pujaan hati mereka. Karena hanya di Ruang Rindu kita akan merasa sangat nyaman dengan kehadiran seorang yang kita sayang walau senatas Rindu.

Mata terpejam dan hati menggumam
Di Ruang Rindu kita bertemu

Nala Sunyi dan Twilight


            “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Sunyibertanya pada Nala sambil merebahkan diri di atas rerumputan di sekelilingsawah dengan nafas yang boros menggeh-menggeh.Setelah beberapa langkah ke belakang kami dikejar-kejar oleh kematian.
            “Entahlah, yang pasti kita haruspintar-pintar sembunyi dari gerombolan Azazil itu. Mereka malah seperti paraSrigala dan Vampir yang haus darah saja. Para Azazil, dan semua anak buahnyaakan tetap memantau kita. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita bisamemengaruhi beberapa masyarakat dan para Punokawan bahwa keberadaan merekadisini adalah sebuah ancaman besar.” Jawab Nala tak kalah ngos-ngosan.
            “Nah itu, yang harus kita pikirkanbagaimana rencananya. Tentunya kamu punya beberapa opsi untuk penduduk duniawayang “Java” ini wahai saudaraku Nala?. Secara engkau adalah salah satu yangbisa berkomunikasi dengan “Java”.
            “Aku juga belum berpikir sejauh itu Sunyi.Inilah yang akan kita sama-sama pikirkan. Sekarang kita harus pergi dari sini.Secepatnya kita harus menemukan tempat yang lebih aman.”
            “Ya, sebaiknya memang begitusaudaraku.”

Give Me Freedom !


Jangan kau kekang aku dengan rayu bisumu
Aku bisa lebih bebas jika kau bersedia keluarkan aku
Dari sangkar penuh kotoran ini

Sekolahku bukan tempat pengekangan jati diri
Tapi tempat pembinaan bibit-bibit bakat dari dalam diri
Belajarku bukan terikat kontrak omong kosongmu
Tapi ada nada dalam setiap ketukan otakku berpikir

Kembali Menyesal


Apa yang terjadi dengan diriku ?

Ketidak mampuan untuk melawan ego nafsu

Terbelit rasa aneh saat semua itu menjalar

Entah apa itu aku juga tak kunjung sadar



Terbebani diriku oleh tikaman nikmatnya dunia

Yang suguhkan pemandangan fatamorgana tiada habisnya

Jeruji-jeruji setan terus goda iman

Kadang tak tahan kadang juga menang

My Heart For Alexandria


Berawal dari sebuah kesalahan
Saat semua tak begitu berkesan
Hanya sebuah ikatan padukan hati
Iringi detik waktu saat mulai berlari
        Kita satu dalam segala waktu
        Kita bersama saat suka duka
        Tak ada pertikaian hancurkan kita
        Kaita abadi dalam waqktu dunia

Story Of Love



Berawal dari sebuah pandang pertama
Tertuju pada senyum sederhana
Senyum simpul manis terjaga
Saat ku rasa itu tidaklah nyata
    Dan kini semua begitu indah
    Rasa yang begitu teramat luar biasa
    Rasa suka yang tiba-tiba melanda
    Hadirkan titik-titik cinta sederhana

Kawanku Pergi


Detik-detik kini mulai pisahkan kita
Hanya tertinggal seruas jejak penuh makna
Dari tiap-tiap syair yang ada
Kaulah sempurna yang pernah kurasa
       Bukan kemarin atau hari ini
       Bukan juga besok atau hari ini
       Tapi semangat dalam batin nurani
       Ciptakan memori dalam ruang suci
Engkau kawan tak terbalas
Engkau kawan tanpa pamrih
Selalu temaniku dalam balutan sedih
Dekap tubuhku saat ku mulai tertatih
       Hanya ini yang bisa aku berikan
       Sebait puisi tanpa harapan
       Agungkan nama persahabatan kita
       Tak pernah terkubur saat gelisah jiwa
Ingatlah aku sebagai temanmu
Dalam panjang perjalanan cinta kasihmu
Yang selalu tak luput doa kasihku
Karenamu aku bisa jejaki hidup
       Kawan, ini bukan perpisahan selamanya
       Hanya waktu ingin tenang sedikit suasana
       Hanya engkau dan selalu engkau kawan
       Kaulah jiwa yang telah ku tinggal
Ahad, 03 Mei 2012

My Heart For Alexandria


Berawal dari sebuah kesalahan
Saat semua tak begitu berkesan
Hanya sebuah ikatan padukan hati
Iringi detik waktu saat mulai berlari
      Kita satu dalam segala waktu
      Kita bersama saat suka duka
      Tak ada pertikaian hancurkan kita
      Kaita abadi dalam waqktu dunia
Saat kau dengarkan keluhan hatiku
Saat hatimu terluka karena tingkahku
Jiwa merasa sedikit kehilanganmu
Kehilangan renyah tawa senyummu
      Ketika malam taburkan sejuta bintang
      Ketika sang bulan senyujm penuh terang
      Hati teringat satu nama yang ku cinta
      Sahabatku, apa salah ucapan dariku ?
Selang waktu lama
Kita tak saling sapa
Tak ada senyum isyaratkan cinta
Tak ada tawa ungkap bahagia
      Kini semua seperti biasa
      Kau dan aku penuh canda
      Tulis skenario berdua jalani cerita
      Semua tergambar jelas dalam jiwa
Aku dan dirimu
Kita punya seorang teman baru
Teman yang memikat fikiranku
Hati jiwaku mengingat dia selalu
      Cinta mulai tumbuh dalam hati
      Gelora rindu perlahan menjarah diri
      Hanya padamu sahabatku
      Ku tumpahkan rasa hatiku
Apakah dia juga mencintaiku ?
Apakah dia selalu memikirkan aku ?
Entahlah kawanku, akupun tak tahu
Semua begitu sulit untuk ku rajut
      Salam kasih rindu dariku untuknya
      Sampaikan setitik cintaku untuknya
      Hanya kau peraduan hati
      Saat semua cinta menjarah diri
Saat hatiku tumbuhkan cinta padanya
Tak kurangi sayangku padamu sahabat
Karena kaulah pelita
Melebihi dia yang ku cinta
      Aku tahu kau punya hidup tak lama
      Tapi kau selalu teburkan senyuman mesra
      Pada setiap mata yang memandangmu
      Kau taburkan bunga cinta walau kau sendu
Tubuh kecilmu lemah tak berdaya
Dalam duri yang menyiksa
Dirimu lelah tak mampu berkata
Aku tak temani saat kau terluka
      Bertahanlah kawanku
      Jemariku akan selalu peluk dirimu
      Tak akan biarkan dirimu kaku
      Karena hati belum sanggup kehilanganmu
Kau tak sendiri jalani harimu
Karena disini ada aku dan kekesihku
Para sahabat yang selalu menjagamu
Arungi waktu singkat atapi penuh lagu merdu
      Jika Tuhan ingin kau menghadapNya
      Izinkan aku ucap salam padamu
      Salam perpisahan terima kasihku
      Telah berikan sebuah taman bunga bagiku
Kaulah segalanya kawan
Tak ‘kan lagi ku temui dirimu disini
Di dlam dunia yang penuh misteri
Hanya dirimu yang isi relung hati
      Selamat jalan kawanku, sahabatku
      Tubuhmu akan terkubur dalam balutan rindu
      Jiwamu akan hidup dalam palung hati
      Setiap orang yang pernah kau beri senyum pagi
Kini hanya tinggal aku dan dia
Kasih yang telah lama aku damba
Mengingat detik-detik waktu bersamamu
Bersam tertawa selalu
Tuhan, berikanlah tempat terindahMu
Untuk sahabat yang selalu ku rindu
Jaga dia dalam pelukan kasih sayangMu
Dan pertemukan aku dan dirinya dalam satu
Tak lama setelah dirimu pergi kawanku
Cinta dan kasihku yang telah lama ku rindu
Harus pergi tinggalkan tubuh kecil ini
Untuk teruskan ilmu penuh arti
Dia akan pergi dalam waktu yang lama
Cari kasih sayang bersama Bunda tercinta
Dalam sebuah kota yang ku sebut Alexandria
Dia berkelana mencari petikan nada suraga
Kekasihku akan menjagamu hai cintaku
Setitik cahayaNya akan buat bku tersenyum
Ingatlah aku dalam rntik doamu
Bahwa disini aku selalu menantimu
Selamat jalan cinta kasihku
Ingatlah diriku saat kau tersenyum
Aku akan selalu ada saat kau termenung
Atas nama Kekasihku

Ahad, 03 Mei 2012
“ Di nukil dari sebuah novel “ My Heart Fof Alexandria “
Karya Dian el-Mahfudz Muhammad “

Fathoni

Kisah Klasik

Teringat teman dalam gurauan
Membuka kembali ruang kenangan
Bercanda dalam sesaat jumpa
Begitu berkesan di jiwa
      Ku ukir sebuah nama dalam hati
      Untuk sebuah kenangan tak bertepi
      Melangkah bersama bayingmu
      Kemana pergi selalu berpadu
Memori indah tentang masa kita dulu
Terekam rapi dalam pustaka hatiku
Tak lekang dirimu oleh waktu
Kaulah teman terindah di sisiku
Di waktu senja kita bermain bersama
      Mengurai cinta dan cerita
      Bicara tentang sebuah cita
      Terfikir untuk bersama
Dalam lamunan ku ingat dirimu
Teringat betapa indh kenangan dulu
Tak terkira kebodohan yang kita cipta
Berpadu dalam indahnya cinta
      Kini kau telah jauh disana
      Mengerjakan sebuah asa cita
      Kini semua telah berbeda
      Namun dihatiku kau selalu ada
Semoga cerita, cinta, dan cita kita
Menjadi kisah klasik yang tak terlupa
Selalu rapi dalam memori hati
Dan kan terlahir suatu hari nanti

Lirih Suara Hati

Cinta Sejati orang tua
Tak pernah mengeluh pada derita waktu
Selalu temani dalam bingkai sendu
Tak terlelap pada waktu
Cinta sahabat sejati
Tak pernah luntur saat lelah kaki
Lelah melangkah dalam mengejar mimpi
Nada nada semangat setiap iringan melodi
Selalu temani saat semua pergi
Ayah ...
Kau lah pelita rindu
Ungkapan hati harmoni jiwaku
Selaras senandung cintamu
Kaulah semangat jiwaku
Ibu ...
Kau pahlawanku
Hidupku adalah nafas kecil untukmu
Aku tak mampu menatap wajahmu
Segalanya dan tak terganti hadirmu di hati
Sahabat ...
Entah apa lagi yang harus terucap
Kaulah sebagian hatiku
Dentuman indah dalam jantungku
Karena kita satu dalam waktu