“Entahlah, yang pasti kita haruspintar-pintar sembunyi dari gerombolan Azazil itu. Mereka malah seperti paraSrigala dan Vampir yang haus darah saja. Para Azazil, dan semua anak buahnyaakan tetap memantau kita. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita bisamemengaruhi beberapa masyarakat dan para Punokawan bahwa keberadaan merekadisini adalah sebuah ancaman besar.” Jawab Nala tak kalah ngos-ngosan.
“Nah itu, yang harus kita pikirkanbagaimana rencananya. Tentunya kamu punya beberapa opsi untuk penduduk duniawayang “Java” ini wahai saudaraku Nala?. Secara engkau adalah salah satu yangbisa berkomunikasi dengan “Java”.
“Aku juga belum berpikir sejauh itu Sunyi.Inilah yang akan kita sama-sama pikirkan. Sekarang kita harus pergi dari sini.Secepatnya kita harus menemukan tempat yang lebih aman.”
“Ya, sebaiknya memang begitusaudaraku.”


