Nala Sunyi dan Twilight


            “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Sunyibertanya pada Nala sambil merebahkan diri di atas rerumputan di sekelilingsawah dengan nafas yang boros menggeh-menggeh.Setelah beberapa langkah ke belakang kami dikejar-kejar oleh kematian.
            “Entahlah, yang pasti kita haruspintar-pintar sembunyi dari gerombolan Azazil itu. Mereka malah seperti paraSrigala dan Vampir yang haus darah saja. Para Azazil, dan semua anak buahnyaakan tetap memantau kita. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita bisamemengaruhi beberapa masyarakat dan para Punokawan bahwa keberadaan merekadisini adalah sebuah ancaman besar.” Jawab Nala tak kalah ngos-ngosan.
            “Nah itu, yang harus kita pikirkanbagaimana rencananya. Tentunya kamu punya beberapa opsi untuk penduduk duniawayang “Java” ini wahai saudaraku Nala?. Secara engkau adalah salah satu yangbisa berkomunikasi dengan “Java”.
            “Aku juga belum berpikir sejauh itu Sunyi.Inilah yang akan kita sama-sama pikirkan. Sekarang kita harus pergi dari sini.Secepatnya kita harus menemukan tempat yang lebih aman.”
            “Ya, sebaiknya memang begitusaudaraku.”

Ijazah itu Bukan Tuhan


        “Lha nek ra sekolah pe opo? Mosok iso mergawe? Ijasah wae ra nduwe?”. Ya, adalah kalimat semacam inilah yang sering saya dengar dari beberapa orang tua kepada anak-anak mereka, atau anak tetangganya. Masalah “ijasah” yang mesti didebat soalkan. Karena yang dipikiran mereka “ijasah” adalah satu-satunya faktor seorang bisa bekerja atau tidak.
          Jika dengan pikiran semacam ini, maka kita sudah mengesampingkan beberapa faktor yang seharusnya bisa menjadi tolak ukur kemampuan atau paling tidak sebagai “stempel” bahwa kita siap kerja. Tuhan saja tidak butuh ijazah untuk mengatur ciptaannya yang jumlahnya sangat banyak. Masa’ iya kita yang masih punya Tuhan lebih me-Tuhan-kan ijazah dari pada Tuhan kita.

The Da Vinci Code



Judul Buku                  : The Da Vinci Code
Penulis                         : Dan Brown
Cetakan Pertama          : 2003
Penerbit                       : Doubleday Fiction
ISBN                          : 0-385-50420-9

Buku ini adalah salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar (hingga Agustus 2005) dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, termasuk Indonesia. Di Indonesia diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta dengan ISBN (979335807) pada tahun 2004.