Ada seorang istri, ia seorang hafidzah dan memiliki ilmu agama sangat baik. Wanita tersebut memberikan pendidikan kepada anaknya berumur tujuh tahun yang seorang bisu dan tuli. Suami dari wanita ini merupakan seorang pendosa. Wanita ini dengan segenap ilmunya berusaha menyadarkan suaminya, namun belum juga berhasil. Namun wanita ini memiliki perhatian yang khusus dan lebih kepada anaknya yang cacat ini. Ia memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya yang cacat ini dengan penuh kesabaran.
Kisah Klasik
Teringat teman dalam gurauan
Membuka kembali ruang kenangan
Bercanda dalam sesaat jumpa
Begitu berkesan di jiwa
Ku ukir sebuah nama dalam hati
Untuk sebuah kenangan tak bertepi
Melangkah bersama bayingmu
Kemana pergi selalu berpadu
Memori indah tentang masa kita dulu
Terekam rapi dalam pustaka hatiku
Tak lekang dirimu oleh waktu
Kaulah teman terindah di sisiku
Di waktu senja kita bermain bersama
Mengurai cinta dan cerita
Bicara tentang sebuah cita
Terfikir untuk bersama
Dalam lamunan ku ingat dirimu
Teringat betapa indh kenangan dulu
Tak terkira kebodohan yang kita cipta
Berpadu dalam indahnya cinta
Kini kau telah jauh disana
Mengerjakan sebuah asa cita
Kini semua telah berbeda
Namun dihatiku kau selalu ada
Semoga cerita, cinta, dan cita kita
Menjadi kisah klasik yang tak terlupa
Selalu rapi dalam memori hati
Dan kan terlahir suatu hari nanti
Membuka kembali ruang kenangan
Bercanda dalam sesaat jumpa
Begitu berkesan di jiwa
Ku ukir sebuah nama dalam hati
Untuk sebuah kenangan tak bertepi
Melangkah bersama bayingmu
Kemana pergi selalu berpadu
Memori indah tentang masa kita dulu
Terekam rapi dalam pustaka hatiku
Tak lekang dirimu oleh waktu
Kaulah teman terindah di sisiku
Di waktu senja kita bermain bersama
Mengurai cinta dan cerita
Bicara tentang sebuah cita
Terfikir untuk bersama
Dalam lamunan ku ingat dirimu
Teringat betapa indh kenangan dulu
Tak terkira kebodohan yang kita cipta
Berpadu dalam indahnya cinta
Kini kau telah jauh disana
Mengerjakan sebuah asa cita
Kini semua telah berbeda
Namun dihatiku kau selalu ada
Semoga cerita, cinta, dan cita kita
Menjadi kisah klasik yang tak terlupa
Selalu rapi dalam memori hati
Dan kan terlahir suatu hari nanti
Lirih Suara Hati
Cinta Sejati orang tua
Tak pernah mengeluh pada derita waktu
Selalu temani dalam bingkai sendu
Tak terlelap pada waktu
Cinta sahabat sejati
Tak pernah luntur saat lelah kaki
Lelah melangkah dalam mengejar mimpi
Nada nada semangat setiap iringan melodi
Selalu temani saat semua pergi
Ayah ...
Kau lah pelita rindu
Ungkapan hati harmoni jiwaku
Selaras senandung cintamu
Kaulah semangat jiwaku
Ibu ...
Kau pahlawanku
Hidupku adalah nafas kecil untukmu
Aku tak mampu menatap wajahmu
Segalanya dan tak terganti hadirmu di hati
Sahabat ...
Entah apa lagi yang harus terucap
Kaulah sebagian hatiku
Dentuman indah dalam jantungku
Karena kita satu dalam waktu
Tak pernah mengeluh pada derita waktu
Selalu temani dalam bingkai sendu
Tak terlelap pada waktu
Cinta sahabat sejati
Tak pernah luntur saat lelah kaki
Lelah melangkah dalam mengejar mimpi
Nada nada semangat setiap iringan melodi
Selalu temani saat semua pergi
Ayah ...
Kau lah pelita rindu
Ungkapan hati harmoni jiwaku
Selaras senandung cintamu
Kaulah semangat jiwaku
Ibu ...
Kau pahlawanku
Hidupku adalah nafas kecil untukmu
Aku tak mampu menatap wajahmu
Segalanya dan tak terganti hadirmu di hati
Sahabat ...
Entah apa lagi yang harus terucap
Kaulah sebagian hatiku
Dentuman indah dalam jantungku
Karena kita satu dalam waktu
Langganan:
Postingan (Atom)